Ani, Ani (2026) (SKRIPSI): IMPLEMENTASI BANTUAN PANGAN NON TUNAI (BPNT) DI KECAMATAN AMUNTAI TENGAH KABUPATEN HULU SUNGAI UTARA (Studi Kasus Desa Rantawan dan Desa Datu Kuning). Diploma thesis, STIA AMUNTAI.
COVER (2022398 - Ani).pdf
Download (61kB)
LEMBARAN PENGESAHAN DAN KEASLIAN (2022398 - Ani).pdf
Download (285kB)
ABSTRAK (2022398 - Ani).pdf
Download (89kB)
BAB 1 (2022398 - Ani).pdf
Download (169kB)
BAB 2 (2022398 - Ani).pdf
Download (321kB)
BAB 3 (2022398 - Ani).pdf
Download (213kB)
BAB 4 (2022398 - Ani).pdf
Restricted to Repository staff only
Download (577kB)
BAB 5 (2022398 - Ani).pdf
Restricted to Repository staff only
Download (80kB)
DAFTAR PUSTAKA (2022398 - Ani).pdf
Download (159kB)
Abstract
Implementasi Program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) merupakan bagian dari kebijakan perlindungan sosial pemerintah yang bertujuan membantu memenuhi kebutuhan pangan serta mengurangi beban pengeluaran keluarga penerima manfaat. Dalam pelaksanaannya di Desa Rantawan dan Desa Datu Kuning masih ditemukan beberapa permasalahan, antara lain adanya penerima BPNT yang juga menerima bantuan PKH, rendahnya kesadaran sebagian masyarakat dalam melakukan pembaruan data, serta belum adanya sosialisasi khusus BPNT yang dilakukan secara rutin dan merata. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Kecamatan Amuntai Tengah Kabupaten Hulu Sungai Utara dengan studi kasus Desa Rantawan dan Desa Datu Kuning serta mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi implementasi program tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe penelitian deskriptif. Teknik penentuan informan menggunakan purposive sampling dengan jumlah informan sebanyak 12 orang. Sumber data penelitian terdiri dari data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan atau verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Desa Rantawan dan Desa Datu Kuning secara umum telah berjalan cukup efektif, tetapi belum sepenuhnya optimal. Pada indikator informasi, aspek penyampaian informasi atau sosialisasi dan tingkat pemahaman masyarakat masih kurang efektif karena sosialisasi BPNT belum dilakukan secara khusus, terjadwal, terstruktur, dan merata serta masih terdapat masyarakat yang belum memahami sistem desil, kriteria penerima, perubahan status penerima, dan mekanisme penghentian bantuan. Sementara itu, informasi terkait pencairan tergolong cukup efektif karena masyarakat relatif mudah memperoleh informasi melalui pendamping sosial, aparat desa, RT, kantor pos, maupun sesama penerima manfaat. Pada indikator isi kebijakan, tujuan program, kesesuaian program dengan kebutuhan masyarakat, dan manfaat BPNT tergolong cukup efektif karena bantuan dinilai mampu membantu memenuhi kebutuhan pangan dan meringankan beban pengeluaran keluarga. Pada indikator dukungan masyarakat, partisipasi, sikap dan respons, serta kesadaran dan kepatuhan masyarakat tergolong cukup efektif, meskipun pemutakhiran data dan kesadaran sebagian penerima masih perlu ditingkatkan. Pada indikator pembagian potensi, pembagian tugas dan tanggung jawab serta komitmen pelaksana telah berjalan cukup efektif, sedangkan aspek verifikasi, validasi, dan transparansi data penerima masih kurang efektif karena proses pembaruan data relatif lambat, masih ditemukan ketidaksesuaian data dan penerima ganda, serta perubahan status penerima belum sepenuhnya dipahami masyarakat Faktor pendukung implementasi BPNT meliputi kemudahan memperoleh informasi pencairan, pemahaman terhadap tujuan program, kesesuaian program dengan kebutuhan masyarakat, manfaat bantuan yang dirasakan, partisipasi masyarakat, sikap dan respons masyarakat yang positif, kesadaran dan kepatuhan masyarakat, pembagian tugas yang jelas, serta komitmen pelaksana program. Sedangkan faktor penghambat meliputi penyampaian informasi atau sosialisasi BPNT yang belum terfokus dan merata, tingkat pemahaman masyarakat yang belum menyeluruh, serta verifikasi, validasi, transparansi, dan pembaruan data penerima yang belum optimal. Untuk meningkatkan efektivitas pelaksanaan BPNT, Dinas Sosial dan pendamping BPNT disarankan melaksanakan sosialisasi khusus BPNT secara rutin dan merata serta meningkatkan koordinasi dalam pemutakhiran data. Pemerintah desa perlu meningkatkan fasilitasi penyampaian informasi dan pelaporan perubahan data, sedangkan masyarakat diharapkan lebih aktif mengikuti sosialisasi, memberikan data yang benar, melaporkan perubahan kondisi keluarga, serta menggunakan bantuan sesuai dengan tujuan program.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | Administrasi Publik > Implementasi |
| Divisions: | Program Studi STIA Amuntai > Administrasi Publik (S1) |
| Depositing User: | Ani Ani |
| Date Deposited: | 05 Sep 2026 01:51 |
| Last Modified: | 05 Sep 2026 01:51 |
| URI: | http://repository.stiaamuntai.ac.id/id/eprint/2424 |

