Yanti, Melda (2026) (PROPOSAL SKRIPSI):IMPLEMENTASI PROGRAM POSYANDU REMAJA DI DESA MURUNG SARI KECAMATAN AMUNTAI SELATAN KABUPATEN HULU SUNGAI UTARA. Project Report. STIA AMUNTAI.
PROPOSAL SKRIPSI MELDA YANTI.pdf
Download (2MB)
Abstract
Implementasi Program Posyandu Remaja merupakan salah satu bentuk pelaksanaan kebijakan kesehatan reproduksi remaja berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 2 Tahun 2025. Di Desa Murung Sari Kecamatan Amuntai Selatan Kabupaten Hulu Sungai Utara, pelaksanaan program ini belum berjalan secara optimal. Permasalahan yang ditemukan antara lain rendahnya kehadiran remaja, ketidakakuratan data kependudukan, kesenjangan partisipasi berdasarkan usia dan jenis kelamin, minimnya sosialisasi kesehatan, benturan jadwal dengan kegiatan pramuka sekolah, keterbatasan kapasitas kader yang seluruhnya perempuan, makanan tambahan yang tidak sesuai standar gizi, serta fungsi meja lima yang tidak berjalan efektif sehingga posyandu hanya sebatas pemeriksaan fisik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi Program Posyandu Remaja di Desa Murung Sari serta faktor-faktor yang memengaruhi jalannya program. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan ditentukan melalui purposive sampling sebanyak 13 orang. Analisis data dilakukan dengan reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Program Posyandu Remaja dikategorikan kurang baik berdasarkan analisis empat variabel teori George C. Edward III dengan 15 indikator. Tiga indikator sudah terimplementasi dengan baik (komitmen tenaga kesehatan dan kader, kehadiran tenaga kesehatan yang konsisten, serta koordinasi antar pihak). Sembilan indikator kurang terimplementasi (kejelasan informasi, komunikasi kader, kapasitas kader, fasilitas, ketersediaan tablet tambah darah dan makanan tambahan, motivasi, konsistensi pendekatan persuasif, mekanisme pelaporan, serta fleksibilitas SOP). Tiga indikator tidak terimplementasi (sosialisasi, jadwal kegiatan, dan media edukasi). Faktor penghambat meliputi informasi tidak merata, data sasaran tidak valid, sosialisasi tidak rutin, pengetahuan kader terbatas, tidak tersedia media edukasi, jadwal tidak sesuai, motivasi remaja laki-laki rendah, pengaruh tingkat pendidikan, kepatuhan rendah konsumsi tablet tambah darah, kualitas makanan tambahan belum efektif, keterbatasan dana dan fasilitas, serta SOP kurang fleksibel. Faktor pendukung meliputi komitmen dan semangat tenaga kesehatan serta kader, kehadiran tenaga kesehatan yang konsisten, dan koordinasi terstruktur antara desa, puskesmas, dan kader. Disarankan kepada Bidan Desa Murung Sari agar mengajukan permohonan resmi kepada pemerintah desa untuk menyediakan ruangan khusus posyandu, memperbarui data kependudukan remaja, meningkatkan alokasi anggaran media edukasi dan kualitas makanan tambahan, serta mengevaluasi ulang jadwal kegiatan. Kader Posyandu Remaja disarankan aktif melakukan pendataan ulang, memanfaatkan fasilitas desa untuk mencetak media edukasi, meningkatkan pendekatan personal khususnya kepada remaja laki-laki usia 15–18 tahun, serta mengaktifkan kembali fungsi meja lima sebagai sarana edukasi kesehatan. Remaja Desa Murung Sari diharapkan lebih aktif mengikuti kegiatan posyandu setiap bulan serta disiplin mengonsumsi tablet tambah darah yang diberikan.
| Item Type: | Monograph (Project Report) |
|---|---|
| Subjects: | Administrasi Publik > Implementasi |
| Divisions: | Program Studi STIA Amuntai > Administrasi Publik (S1) |
| Depositing User: | Melda Yanti |
| Date Deposited: | 21 Sep 2026 00:08 |
| Last Modified: | 21 Sep 2026 00:08 |
| URI: | http://repository.stiaamuntai.ac.id/id/eprint/3722 |

