STIA Amuntai Logo

Digital Repositori

Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA)Amuntai

Ridhani, Muhammad (2026) (SKRIPSI): IMPLEMENTASI PERATURAN PRESIDEN NOMOR 72 TAHUN 2021 TENTANG PERCEPATAN PENURUNAN STUNTING DI KECAMATAN AMUNTAI SELATAN KABUPATEN HULU SUNGAI UTARA. Diploma thesis, STIA AMUNTAI.

[thumbnail of COVER (2022312 - Muhammad Ridhani).pdf] Text
COVER (2022312 - Muhammad Ridhani).pdf

Download (141kB)
[thumbnail of LEMBAR PENGESAHAN DAN KEASLIAN  (2022312 - Muhammad Ridhani).pdf] Text
LEMBAR PENGESAHAN DAN KEASLIAN (2022312 - Muhammad Ridhani).pdf

Download (4MB)
[thumbnail of ABSTRAK (2022312 - Muhammad Ridhani).pdf] Text
ABSTRAK (2022312 - Muhammad Ridhani).pdf

Download (122kB)
[thumbnail of BAB 1 (2022312 - Muhammad Ridhani).pdf] Text
BAB 1 (2022312 - Muhammad Ridhani).pdf

Download (644kB)
[thumbnail of BAB 2 (2022312 - Muhammad Ridhani).pdf] Text
BAB 2 (2022312 - Muhammad Ridhani).pdf

Download (719kB)
[thumbnail of BAB 3 (2022312 - Muhammad Ridhani).pdf] Text
BAB 3 (2022312 - Muhammad Ridhani).pdf

Download (638kB)
[thumbnail of BAB 4 (2022312 - Muhammad Ridhani).pdf] Text
BAB 4 (2022312 - Muhammad Ridhani).pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)
[thumbnail of BAB 5 (2022312 - Muhammad Ridhani).pdf] Text
BAB 5 (2022312 - Muhammad Ridhani).pdf
Restricted to Repository staff only

Download (620kB)
[thumbnail of DAFTAR PUSTAKA (2022312 - Muhammad Ridhani).pdf] Text
DAFTAR PUSTAKA (2022312 - Muhammad Ridhani).pdf

Download (108kB)

Abstract

Stunting merupakan bentuk kegagalan tumbuh kembang yang menyebabkan gangguan pertumbuhan linear pada balita akibat dari akumulasi tidak cukupan nutrisi, sejak dari masa kehamilan hingga pada usia 24 bulan. Adapun fenomena masalah yang terjadi di Desa Jumba dan Desa Banyu Hirang tingginya prevalensi stunting, akses informasi dan pelayanan, belum memiliki fasilitas bangunan yang memadai, belum memenuhi target nasional 14%, pelaksanaan rembuk stunting secara rutin dan kurangnya kesadaran remaja dalam mengonsumsi tablet tambah darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana Implementasi Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 Tentang Percepatan Penurunan Stunting di Kecamatan Amuntai Selatan Kabupaten Hulu Sungai Utara dan faktor-faktor yang mempengaruhi Implementasi Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 Tentang Percepatan Penurunan Stunting di Kecamatan Amuntai Selatan Kabupaten Hulu Sungai Utara. Metode penelitian ini menggunakan tipe deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yaitu wawancara, observasi, dan dokumentasi. Menggunakan Purposive sampling sebanyak 14 orang. Analisis data meliputi kondensasi data, tampilan data, menggambarkan dan memverifikasi kesimpulan. Uji kredibilitas data perpanjangan pengamatan,meningkatkan ketekunan, melakukan triangulasi,analisis kasus negatif,menggunakan bahan referensi dan membercheck. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Implementasi Peraturan Presiden Republik Indonesia nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting di Kecamatan Amuntai Selatan Kabupaten Hulu Sungai Utara pada Desa Jumba dan Desa Banyu Hirang cukup baik. Hal tersebut dapat dilihat dari Pertama, sub variabel Komunikasi terdiri dari indikator sosialisasi/Transmisi kurang baik, Kejelasan cukup baik, Konsistensi kurang baik. Kedua, Sumber daya dilihat dari indikator staf cukup baik, Informasi cukup baik, Wewenang cukup baik, Fasilitas kurang baik. Ketiga, Variabel Sikap Pelaksana dapat dilihat dari indikator Efek disposisi cukup baik, Birokrasi kurang baik, Insentif kurang baik. Keempat, Variabel Struktur Birokrasi dapat dilihat dari indikator Membuat Standar Operating Prosedures (SOPs) cukup baik Melakukan Fragmentasi cukup baik. Faktor-faktor yang mempengaruhi terdiri dari faktor pendukung yaitu adanya kejelasan wewenang, komitmen yang tinggi, kejelasan dalam memberikan informasi kepada masyarakat,sumber daya manusia terutama kader posyandu memadai, bangunan yang memadai, sikap dan keterbukaan pelaksana dan rutin pelaksanaan rembuk stunting. Adapun faktor penghambat yaitu kurangnya sosialisasi, belum memiliki bangunan yang memadai, belum rutin pelaksanaan rembuk stunting dan belum konsisten melaksanakan sosialisasi. Disarankan kepada Pemerintah desa dapat sosialisasi berkala, mengalokasikan anggaran untuk pembangunan fasilitas, membuat jadwal rembuk stunting menyusun rencana kerja tahunan terkait program percepatan penurunan stunting agar sosialisasi berjalan terencana dan terukur.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: Administrasi Publik > Implementasi
Divisions: Program Studi STIA Amuntai > Administrasi Publik (S1)
Depositing User: Mr Muhammad Ridhani
Date Deposited: 19 Oct 2026 01:35
Last Modified: 19 Oct 2026 01:35
URI: http://repository.stiaamuntai.ac.id/id/eprint/4248

Actions (login required)

View Item
View Item