Putri, Helmalia (2026) (SKRIPSI): KUALITAS PELAYANAN SENTRA PELAYANAN KEPOLISIAN TERPADU (SPKT) DI POLRES HULU SUNGAI UTARA. Diploma thesis, STIA AMUNTAI.
Cover (2022016-Helmalia Putri).pdf
Download (180kB)
LEMBAR PENGESAHAN DAN KEASLIAN (2022016-Helmalia Putri).pdf
Download (1MB)
ABSTRAK (2022016-Helmalia Putri).pdf
Download (221kB)
BAB I (2022016-Helmalia Putri) .pdf
Download (375kB)
BAB II (2022016-Helmalia Putri).pdf
Download (440kB)
BAB III (2022016-Helmalia Putri).pdf
Download (423kB)
BAB IV (2022016-Helmalia Putri).pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
BAB V (2022016-Helmalia Putri).pdf
Restricted to Repository staff only
Download (364kB)
DAFTAR PUSTAKA (2022016-Helmalia Putri).pdf
Download (219kB)
Abstract
Pada penelitian ini, kualitas pelayanan merupakan tindakan atau upaya dari individu atau organisasi untuk memberikan pelayanan prima, menciptakan kepuasan bagi pelanggan dan karyawan. Penulis menemukan beberapa permasalahan yaitu keterbatasan jumlah personel Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT), sarana dan prasarana penunjang pelayanan yang masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kualitas pelayanan Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) di Polres Hulu Sungai Utara dan apa saja faktor yang mempengaruhi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe deskriptif. Teknik pengumpulan data dengan cara observasi. wawancara dan dokumentasi. Sumber data diambil melalui penarikan secara purposive berjumlah 10 orang. Kemudian dianalisis dengan pengumpulan data, penyajian data, kondensasi data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas pelayanan pada Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Hulu Sungai Utara cukup berkualitas. Pertama, pada sub variabel Tangible, indikator penyediaan sumber daya dinilai kurang, karena jumlah personel hanya 10 orang dari kebutuhan ideal 13 orang sehingga beban kerja meningkat dan berdampak pada waktu pelayanan. Sedangkan indikator sumber daya lainnya berada pada kategori cukup baik, karena fasilitas pelayanan seperti ruang tunggu, layanan difabel, dan ruang menyusui telah tersedia meskipun masih terdapat kendala pada komputer dan jaringan internet. Kedua, sub variabel Reliability dengan indikator pelayanan dengan benar dan pelayanan dengan tepat dikategorikan baik, karena pelayanan telah sesuai dengan Standar Pelayanan (SP). Ketiga, sub variabel Resvonsiveness, yaitu indikator pelayanan cepat dan pelayanan sesuai berada pada kategori baik, terlihat dari kesiapsiagaan petugas 24 jam dan kesesuaian pelayanan dengan kebutuhan masyarakat meskipun terkadang terhambat oleh faktor jaringan. Keempat, sub variabel Assurance, melalui indikator etika pelayanan dan moral pelayanan juga tergolong baik, karena petugas menerapkan 5S dan adanya maklumat pelayanan. Kelima, sub variabel Empathy, melalui indikator keinginan masyarakat dan kebutuhan masyarakat dinilai baik, karena petugas memberikan perhatian, keramahan, serta memahami kondisi masyarakat yang dilayani. Faktor penghambat yang mepengaruhi yaitu keterbatasan jumlah personel dan keterbatasan sarana dan prasarana penunjang pelayanan. Faktor yang mendukung yaitu respon positif dan etika petugas dalam melayani masyarakat. Berdasarkan kesimpulan disarankan kepada Kapolres Hulu Sungai Utara, menyesuaikan jumlah personel SPKT menjadi 13 sesuai kebutuhan ideal berdasarkan rekapitulasi daftar susunan personel polres tipe d, mengoptimalkan anggaran DIPA untuk pembaruan sarana prasarana, dan kepada petugas SPKT menjaga konsistensi kedisiplinan serta ketelitian agar mutu pelayanan tetap
terjaga.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Kualitas, Pelayanan, (SPKT) |
| Subjects: | Administrasi Publik > Kualitas |
| Divisions: | Program Studi STIA Amuntai > Administrasi Publik (S1) |
| Depositing User: | Mrs Helmalia Putri |
| Date Deposited: | 02 Sep 2026 20:32 |
| Last Modified: | 02 Sep 2026 20:32 |
| URI: | http://repository.stiaamuntai.ac.id/id/eprint/2150 |

