Sahid, Sahid (2026) (SKRIPSI): IMPLEMENTASI PERATURAN DAERAH NOMOR 4 TAHUN 2016 TENTANG STOP BUANG AIR BESAR SEMBARANGAN (BABS) DI KECAMATAN AMUNTAI SELATAN KABUPATEN HULU SUNGAI UTARA (Studi Kasus di Desa Panyiuran dan Keramat). Diploma thesis, STIA AMUNTAI.
COVER (2022271 - SAHID).pdf
Download (214kB)
LEMBAR PENGESAHAN DAN KEASLIAN (2022271 - SAHID) .pdf
Download (2MB)
ABSTRAK (2022271 - SAHID).pdf
Download (121kB)
BAB I (2022271 - SAHID).pdf
Download (129kB)
BAB II (2022271 - SAHID).pdf
Download (901kB)
BAB III (2022271 - SAHID).pdf
Download (401kB)
BAB IV (2022271 - SAHID).pdf
Restricted to Repository staff only
Download (7MB)
BAB V (2022271 - SAHID).pdf
Restricted to Repository staff only
Download (214kB)
DAFTAR PUSTAKA (2022271 - SAHID).pdf
Download (157kB)
Abstract
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe deskriptif. Sumber data menggunakan teknik purposive sampling dengan informan berjumlah 13 orang. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Uji kredibilitas data dilakukan melalui perpanjangan pengamatan, triangulasi sumber dan teknik, serta member check. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Peraturan Daerah Nomor 4 Tahun 2016 tentang Stop BABS di kedua desa berjalan cukup optimal. Berdasarkan indikator kejelasan tugas optimal karena adanya pembagian tugas yang jelas, indikator dukungan instansi lain optimal karena adanya dukungan dan kerjasama, koordinasi antarinstansi optimal karena adanya koordinasi yang terjalin dengan baik, indikator struktur birokrasi optimal karena tugas dan fungsi telah dijalankan, indikator respon implementor optimal karena para pelaksana memberikan respons, dan indikator pemahaman implementor optimal karena pelaksana telah memahami tujuan perda. Sementara itu, indikator sasaran kebijakan cukup optimal karena tujuan kebijakan dipahami namun belum sepenuhnya tercapai, indikator sumber daya manusia cukup optimal karena ketersediaan SDM memadai namun pengawasan masih kurang, indikator kondisi sosial cukup optimal karena kebiasaan masyarakat masih menjadi kendala, dan indikator kondisi politik cukup optimal karena dukungan pemerintah masih terbatas. Adapun indikator sumber anggaran kurang optimal karena keterbatasan anggaran dan bantuan WC sehat, indikator kondisi ekonomi kurang optimal karena kondisi ekonomi masyarakat masih rendah dan indikator SOP kurang optimal karena pemahaman SOP masih rendah dan belum adanya sanksi tegas. Faktor pendukung meliputi adanya kejelasan tugas dari pemerintah daerah hingga pemerintah desa, dukungan dari puskesmas dan instansi terkait, koordinasi lintas sektor yang cukup baik, pelaksanaan sosialisasi dan monitoring secara berkala, bantuan pembangunan WC sehat, serta respons positif dari aparat desa, tenaga kesehatan, dan sebagian besar masyarakat dalam mendukung program Stop BABS. Faktor penghambat meliputi rendahnya kesadaran masyarakat, keterbatasan ekonomi dan anggaran, kurangnya pengawasan, serta kebiasaan masyarakat yang sulit diubah.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | implementasi kebijakan, Stop BABS, sanitasi lingkungan |
| Subjects: | Administrasi Publik > Implementasi |
| Divisions: | Program Studi STIA Amuntai > Administrasi Publik (S1) |
| Depositing User: | SAHID hid |
| Date Deposited: | 14 Sep 2026 07:32 |
| Last Modified: | 14 Sep 2026 07:32 |
| URI: | http://repository.stiaamuntai.ac.id/id/eprint/3495 |

